Dumai – Longsor di Tambang Batu Sebuah insiden tragis terjadi di lokasi tambang batu padas di Desa Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara
Longsor besar yang terjadi di area penambangan tersebut menyebabkan tiga orang pekerja tewas di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat para pekerja tengah melakukan aktivitas pemotongan batu padas di lereng bukit.
Menurut saksi mata, suara gemuruh terdengar beberapa detik sebelum material batu dan tanah longsor menimpa lokasi kerja.
Baca Juga : Gibran Malam Blusukan ke Pos Siskamling di Jakbar dan Jaksel
Tiga korban yang tertimbun tidak sempat menyelamatkan diri karena posisi mereka berada tepat di bawah lereng yang longsor.
Korban tewas diketahui bernama Junaidi (38), Rizal (41), dan Andre (29), semuanya warga lokal yang bekerja sebagai penambang harian.
Tim SAR dan petugas BPBD Kabupaten Asahan langsung diterjunkan ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga sekitar.
Proses evakuasi sempat terkendala karena medan yang curam dan kondisi cuaca yang tidak mendukung.
“Kami harus berhati-hati karena masih ada potensi longsor susulan,” ujar Kepala BPBD Asahan, Edi Surya.
Isak tangis keluarga pecah ketika jenazah korban tiba di rumah duka pada malam harinya.
Warga sekitar mengaku sering mengkhawatirkan kondisi tambang yang berada di tebing terjal dan minim pengamanan.
“Sudah lama kami khawatir. Tapi pekerjaan ini satu-satunya sumber penghasilan mereka,” kata Rahmat, salah satu warga.
Tambang batu padas di lokasi tersebut memang kerap menjadi sumber mata pencaharian warga sekitar, meskipun pengelolaannya terkesan tidak profesional.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumut menyatakan bahwa tambang tersebut belum memiliki izin resmi.
“Itu tambang ilegal. Kami sudah pernah memberikan peringatan,” kata Kepala ESDM Sumut, Ir. Suryanto.
Ia menyebut bahwa penambangan tanpa izin sangat berisiko, terutama dalam hal keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.
Pihak kepolisian dari Polres Asahan kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti longsor.
Kapolres Asahan, AKBP Dony Kurniawan, mengatakan bahwa pihaknya juga akan memanggil pemilik lahan dan pengelola tambang.
