Dumai – Pemprov Sulsel Tertibkan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan tindakan tegas dengan menertibkan bangunan-bangunan liar yang berdiri di sepanjang sempadan Sungai Tallo, Makassar. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan, pengendalian banjir, serta penataan ruang yang lebih baik di kota metropolitan tersebut.
Sungai Tallo yang merupakan salah satu sungai utama di Makassar memiliki peran penting dalam mengatur aliran air, khususnya dalam menghadapi musim hujan yang kerap membawa risiko banjir. Namun, seiring dengan pesatnya perkembangan kota, banyak bangunan liar yang dibangun di sepanjang sempadan sungai, yang tidak hanya mengancam keberlanjutan lingkungan, tetapi juga keselamatan masyarakat sekitar.
Latar Belakang Penertiban Bangunan Liar
Sungai Tallo, dengan panjang sekitar 30 kilometer, menjadi jalur utama aliran air yang melintasi beberapa kawasan padat penduduk di Makassar. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banyak bangunan, baik rumah tinggal maupun bangunan komersial, dibangun secara ilegal di sepanjang sempadan sungai. Bangunan-bangunan ini seringkali menghalangi jalur aliran air, yang meningkatkan potensi terjadinya banjir setiap kali musim hujan tiba.
Bangunan-bangunan ini tidak hanya melanggar aturan zonasi, tetapi juga berpotensi menambah beban dalam sistem drainase kota. Selain itu, keberadaan bangunan-bangunan tersebut menambah kerusakan ekologis yang dapat memperburuk kualitas air dan mempersempit jalur aliran sungai yang seharusnya dapat menampung lebih banyak air pada saat hujan deras.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Pemprov Sulsel memutuskan untuk menertibkan bangunan-bangunan liar ini sebagai bagian dari rencana penataan ruang kota yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Langkah Penertiban oleh Pemprov Sulsel

Baca Juga : Markas Grup 3 Baret Merah Kopassus Segera Dibangun
Pada awal Desember 2025, tim gabungan dari Dinas PUPR Sulsel, Satpol PP, dan pihak kepolisian melaksanakan operasi penertiban yang melibatkan penghancuran bangunan-bangunan liar yang berada di area sempadan Sungai Tallo.
Kepala Dinas PUPR Sulsel, Ir. Hadi M.
Sungai Tallo merupakan salah satu infrastruktur vital untuk mengelola aliran air di Kota Makassar. Keberadaan bangunan liar ini mengganggu kelancaran aliran air dan memperburuk dampak banjir yang sering terjadi. Oleh karena itu, kami terpaksa melakukan penertiban untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hadi.
Dampak Lingkungan dan Sosial dari Penertiban
Penertiban bangunan liar di sempadan Sungai Tallo ini tentu menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat.
Kami cuma orang kecil, bagaimana kami bisa mendapatkan rumah yang layak di kota ini?” kata Siti, salah seorang warga yang rumahnya tergusur.
Untuk merespons hal ini, Pemprov Sulsel menyediakan sejumlah program relokasi dan bantuan sosial bagi warga yang terdampak.
Pembersihan sempadan sungai dari bangunan liar akan mempermudah aliran air, yang selama ini terhambat oleh keberadaan bangunan yang berdiri terlalu dekat dengan bibir sungai.
Proyek Pemulihan Ekologis dan Perbaikan Infrastruktur
Selain menertibkan bangunan liar, Pemprov Sulsel juga merencanakan proyek pemulihan ekologis di sepanjang Sungai Tallo. Proyek ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas air, mengembalikan fungsi ekologis sungai, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah pengelolaan sampah di sungai yang selama ini menjadi masalah besar.
Kami akan lakukan penanaman pohon dan penghijauan di sepanjang sempadan sungai, serta mengurangi polusi yang ada. Selain itu, kami juga akan bekerja sama dengan masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan sungai,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulsel, Nurlina Sari.
Upaya Pengendalian Banjir dan Infrastruktur Kota
Pembersihan sempadan sungai juga merupakan bagian dari upaya Pemprov Sulsel untuk meningkatkan ketahanan kota terhadap banjir. Sungai Tallo, yang melewati beberapa kawasan padat penduduk, memiliki potensi untuk menampung aliran air dalam jumlah besar. Namun, dengan adanya bangunan liar, sungai tidak dapat berfungsi optimal sebagai saluran pembuangan air.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Penertiban bangunan liar di sepanjang Sungai Tallo adalah langkah penting dalam penataan kota Makassar, namun tantangan ke depan masih besar. Proses relokasi dan pemulihan sosial bagi warga yang terdampak membutuhkan perhatian dan komitmen yang tinggi dari pemerintah daerah.
Pemprov Sulsel berharap, dengan adanya penertiban ini, Makassar bisa menjadi kota yang lebih teratur, aman, dan ramah lingkungan.
Kesimpulan
