Dumai – polisi Evakuasi Pria yang ditemukan dalam kondisi lemas di sebuah area pemukiman di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, berhasil dievakuasi oleh tim polisi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sragen untuk mendapatkan perawatan medis. Kejadian yang terjadi pada pagi hari tanggal 7 Desember 2025 ini sempat membuat geger warga setempat. Pria tersebut diduga telah beberapa hari tidak makan dan menderita dehidrasi parah.
Evakuasi yang dilakukan oleh anggota Polres Sragen ini menjadi contoh nyata tindakan cepat dan sigap dalam menyelamatkan jiwa seseorang. Setelah mendapatkan laporan dari warga sekitar, polisi segera bergerak dan melakukan upaya penyelamatan yang melibatkan tim medis dari RSUD Sragen.
Penemuan Pria Lemas di Pemukiman Warga
Kejadian bermula ketika seorang warga melaporkan kepada petugas kepolisian bahwa mereka menemukan seorang pria yang tergeletak lemas di tepi jalan, tidak jauh dari kawasan permukiman di Desa Sambirejo, Sragen. Pria tersebut tampak sangat lemas, tidak mampu bergerak, dan terlihat kehabisan tenaga.

Baca Juga : Wali Kota Dumai Tinjau Proyek Penanggulangan Banjir Rob di Bantaran Sungai Dumai
“Pada saat ditemukan, pria tersebut dalam kondisi sangat lemah. Tubuhnya tampak kurus, dan dia tidak bisa berbicara atau bergerak. Warga yang menemukannya langsung melapor ke polisi, karena khawatir terjadi hal yang lebih buruk,” kata Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Arif Budiman.
Setelah menerima laporan, petugas polisi segera menuju lokasi kejadian dan melakukan pengecekan kondisi pria tersebut. Mereka menemukan bahwa pria itu tampaknya sudah beberapa hari tidak makan dan sangat kekurangan cairan, yang membuat kondisinya semakin kritis.
Upaya Evakuasi oleh Polisi
Mengetahui kondisi pria tersebut yang semakin memburuk, petugas polisi langsung melakukan evakuasi darurat. Mereka segera menghubungi tim medis dari RSUD Sragen untuk mendapatkan bantuan. Dengan menggunakan ambulans, pria yang diperkirakan berusia sekitar 40 tahun tersebut segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sebelum dibawa ke rumah sakit, petugas kepolisian berusaha memberikan pertolongan pertama dengan memberikan air dan memeriksa tanda-tanda vital pria tersebut, meskipun kondisinya sangat lemah. Setelah mendapatkan perawatan awal, pria tersebut akhirnya dipindahkan ke RSUD Sragen dengan pengawalan ketat dari polisi dan petugas medis.
“Tim medis RSUD Sragen segera melakukan penanganan di rumah sakit. Saat pertama kali diperiksa, pria itu mengalami dehidrasi yang cukup parah, bahkan kadar gula darahnya juga rendah. Kami langsung memberikan cairan infus dan nutrisi yang dibutuhkan,” ujar dr. Rina Setyowati, salah satu dokter yang menangani kasus tersebut di RSUD Sragen.
Diduga Tak Makan Selama Beberapa Hari
Dari keterangan sementara yang diperoleh polisi, pria tersebut diduga sudah beberapa hari tidak makan, bahkan sempat mengabaikan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup. Tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuhnya, sehingga pihak kepolisian menduga bahwa pria tersebut sedang mengalami masalah psikologis atau keuangan, yang membuatnya mengabaikan kebutuhan makan dan minum.
Polisi juga mengungkapkan bahwa mereka belum dapat memastikan identitas pria tersebut karena pria itu tampaknya tidak membawa kartu identitas atau dokumen penting lainnya. Namun, pihak kepolisian sedang berupaya untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai latar belakang pria tersebut.
“Kami belum bisa memastikan identitasnya, karena dia tidak membawa kartu identitas. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara ini, kami juga mencoba menghubungi keluarga atau kerabatnya,” tambah AKP Arif Budiman.
Tindak Lanjut oleh Pihak Kepolisian
Setelah pria tersebut mendapat perawatan medis di RSUD Sragen, polisi mulai melakukan upaya pencarian untuk mengetahui lebih lanjut tentang siapa pria tersebut dan apa yang menyebabkan dia berada dalam kondisi kritis. Pihak kepolisian berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak desa dan lembaga sosial setempat, untuk mencari informasi lebih lanjut mengenai pria tersebut.
Sementara itu, pihak rumah sakit juga menyatakan bahwa kondisi pria itu mulai membaik setelah mendapatkan penanganan intensif. Meski masih dalam pemulihan, dokter yang menangani pria tersebut mengatakan bahwa ia berpotensi pulih sepenuhnya dengan perawatan yang tepat.
“Kondisinya semakin membaik setelah diberi cairan infus dan nutrisi. Kami berharap dalam beberapa hari ke depan dia bisa kembali pulih sepenuhnya,” ujar dr. Rina.
Perhatian Terhadap Kesehatan Mental dan Sosial
Kasus ini juga memberikan gambaran tentang pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan sosial seseorang. Terkadang, masalah psikologis atau kesulitan hidup yang dialami seseorang dapat mempengaruhi kondisi fisiknya hingga mengabaikan kebutuhan dasar, seperti makan dan minum.
Banyak orang yang menghadapi tekanan hidup, kesulitan ekonomi, atau masalah pribadi lainnya, dan terkadang tidak mendapatkan dukungan sosial yang memadai.
“Ini adalah masalah yang sangat kompleks. Kami berharap bisa menemukan keluarga atau pihak terkait yang bisa memberikan dukungan untuk pria ini. Kami juga berencana untuk berkoordinasi dengan lembaga sosial yang ada di Sragen untuk membantu jika diperlukan,” kata AKP Arif Budiman.
Tindak Pencegahan untuk Kejadian Serupa
Setelah insiden ini, pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap orang-orang di sekitar mereka. Banyak kejadian serupa yang tidak terdeteksi lebih awal, yang bisa berisiko membahayakan nyawa seseorang.
“Kami mengimbau agar warga lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Jika ada yang terlihat tidak wajar, seperti seseorang yang tampak tidak makan atau tidak sehat, segera laporkan kepada pihak berwenang agar bisa segera ditangani,” ujar Arif.
Penutup: Tindakan Cepat yang Menyelamatkan Nyawa
Semoga pria tersebut segera pulih dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Sementara itu, pihak kepolisian terus melakukan upaya penyelidikan untuk menemukan identitasnya dan memberikan bantuan yang sesuai.
