Dumai – Proyek Stadion ingin jadi pintu gerbang Indonesia Timur secara ekonomi, tapi juga ingin punya infrastruktur olahraga yang bisa dibanggakan. Itulah semangat di balik percepatan pembangunan Stadion Untia, sebuah proyek ambisius yang kini dilaksanakan dengan metode rancang-bangun (design and build).
Bukan sekadar stadion, proyek ini dirancang jadi pusat olahraga terpadu dengan standar nasional. Targetnya jelas: cepat selesai, berkualitas, dan bisa digunakan untuk event skala besar.
Apa Itu Metode Rancang-Bangun?

Baca Juga : 2 Motor Adu Banteng di Poros Malino Gowa, 1 Orang Tewas Terlindas Truk
Metode rancang-bangun adalah pendekatan konstruksi di mana desain dan pembangunan dilakukan oleh satu entitas atau konsorsium. Tidak seperti metode konvensional yang memisahkan konsultan perencana dan kontraktor pelaksana, metode ini menyatukan keduanya sejak awal.
Keuntungannya?
-
Proses lebih cepat, karena desain bisa langsung disesuaikan di lapangan.
-
Efisiensi anggaran, karena tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan.
-
Koordinasi lebih lancar, karena satu tim bertanggung jawab dari awal hingga akhir.
Progres Proyek: Ngebut, Tapi Tetap Terkontrol
Per Oktober 2025, progres fisik stadion sudah mencapai lebih dari 40%, hanya dalam hitungan bulan sejak groundbreaking. Lahan di kawasan Untia yang dulunya kosong kini mulai berubah wujud: struktur utama tribun mulai terlihat, dan land clearing untuk area parkir dan fasilitas pendukung hampir rampung.
Pemerintah Kota Makassar bekerja sama erat dengan konsorsium pelaksana dan pengawasan independen untuk memastikan kualitas tetap terjaga meski waktu diburu.
Fakta Menarik Stadion Untia:
-
Lokasi: Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar
-
Kapasitas: ± 20.000 penonton
-
Fungsi ganda: Bisa digunakan untuk sepak bola, atletik, dan event budaya
-
Target rampung: Akhir 2026
-
Lahan: ± 20 hektar, termasuk area parkir, training ground, dan zona UMKM
-
Fasilitas pendukung: ruang ganti standar FIFA, tribun VIP, dan area komersial
Lebih dari Sekadar Bangunan
Stadion ini bukan hanya proyek beton dan baja. Ia adalah simbol kebangkitan olahraga di kawasan timur Indonesia. Pemerintah berharap kehadirannya mampu mendorong prestasi atlet lokal, membuka peluang ekonomi warga sekitar, hingga memperkuat identitas Makassar sebagai kota metropolitan yang lengkap.
“Ini bukan cuma soal sepak bola. Ini tentang kebanggaan kota,” ujar salah satu warga Untia, Andi Sulaiman, yang warung kopinya kini jadi tempat nongkrong pekerja proyek dan warga penasaran.
Dampak Ekonomi Mulai Terasa
Meski belum selesai, geliat ekonomi lokal mulai hidup. Warung makan, penyewaan alat berat, hingga usaha laundry di sekitar proyek mulai merasakan peningkatan pendapatan.
Pemerintah kota juga sudah merancang pelatihan UMKM, sertifikasi pedagang kaki lima, dan pembinaan sport tourism agar manfaat stadion ini tak berhenti di hari peresmian.
Tantangan: Cuaca & Akses
Seperti proyek besar lainnya, tantangan tetap ada. Cuaca ekstrem sempat memperlambat pengerjaan fondasi. Akses jalan menuju lokasi juga masih perlu ditingkatkan agar nantinya tidak menimbulkan kemacetan saat pertandingan berlangsung.
Namun, dengan metode rancang-bangun, hambatan ini bisa ditangani lebih cepat karena tim pelaksana langsung bisa menyesuaikan desain dan jadwal tanpa menunggu proses administrasi rumit.
Menuju Kick-Off Perdana
Dengan progres yang terus dipantau dan tim yang solid di lapangan, harapannya Stadion Untia bisa dipakai pertama kali pada pertengahan 2027 untuk laga pembuka klub lokal atau ajang nasional. Jika berjalan mulus, stadion ini bisa menjadi venue cadangan untuk ajang internasional di masa depan.
