Dumai – Rumah Eko Patrio Malam itu, suasana Jalan Karang Asem I di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, mendadak berubah gegap gempita.
Wajah kaca pecah serpihan kaca menyelimuti ruang tamu, menyisakan kekacauan yang nyata.

Baca Juga : Keluarga almarhum Affan Kurniawan menerima santunan jaminan sosial
Beberapa orang terlihat membawa kursi, lampu, koper, bahkan speaker studio dan kasur keluar dari rumah tersebut
Dalam video yang tersebar, terdapat warga yang menyatakan “Kucing mau saya adopsi,” sambil menggendong kucing Anggora dari kandang di basement rumah
Penjarahan berlangsung sejak sekitar pukul 20.00 WIB, ketika massa mulai berkumpul di depan rumah dan memaksa satpam membuka portal kompleks
Situasi sempat diredam oleh kehadiran sekitar 20 personel TNI, yang datang sekitar pukul 21.40 WIB, namun jumlah massa yang terus bertambah membuat situasi tidak terkendali
Dalam waktu singkat, ratusan orang berkumpul dan menerobos masuk, meski personel TNI dan Polri telah mencoba menenangkan keadaan
Barang-barang elektronik seperti kulkas, televisi, dispenser air, serta perabot rumah tangga lainnya turut jadi sasara
Dalam tulisan-tulisan itu, tersirat rasa kekecewaan mendalam terhadap sikap Eko Patrio, khususnya atas insiden jogetnya di sidang parlemen yang terekam dan viral beberapa waktu lalu
Massa bersuara sinis: “Pak dewan yang baik… terima kasih yaa,” saat membawa barang hasil jarahan, sebagai bentuk ironis penghormatan
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa situasi kini telah kembali kondusif
ini Ia menyampaikan bahwa polisi bersama TNI telah melakukan penjagaan ketat pasca-penjarahan untuk menghindari insiden serupa berulang.
Peristiwa ini bukan yang pertama dalam gelombang anarkis pascademonstrasi—sebelumnya rumah tokoh lain seperti Ahmad Sahroni dan Uya Kuya juga menjadi target serupa
Situasi itu memperlihatkan pecahnya kendali keamanan di area pusat Jakarta, pasca demonstrasi yang memicu amarah publik.
Di media sosial, reaksi publik terbagi: sebagian mengecam tindakan massa, sementara sebagian lain mendukung karena menyuarakan ekspresi kemarahan atas ini
