Dumai – Seruan Rais Aam Beberapa waktu lalu muncul video yang menjadi viral di media sosial, memperlihatkan seorang pendakwah yang dikenal sebagai Gus Elham (nama lengkap Elham Yahya Luqman) mencium anak-anak perempuan di sebuah acara dakwah di hadapan jamaah.
Video itu memicu kecaman luas dari masyarakat, organisasi keagamaan, hingga institusi negara.
Tindakan tersebut dianggap oleh banyak pihak sebagai melampaui batas etika dalam berdakwah, dan dinilai perlu mendapatkan penanganan hukum.
Pernyataan dan Seruan PBNU
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/gus-elham.jpg)
Baca Juga : Sekda Dumai Ikuti Upacara Tabur Bunga Hari Pahlawan
KH Miftachul Akhyar selaku Rais Aam PBNU menyatakan bahwa “dakwah macam apa kalau seperti itu kelakuannya” saat menanggapi video tersebut.
Dia menegaskan bahwa tindakan mencium anak kecil dalam konteks tersebut “tidak bisa ditoleransi” dan “merusak” citra dakwah.
PBNU telah dikabarkan membentuk satuan tugas khusus untuk pantauan etika dalam aktivitas dakwah agar kejadian serupa tidak terulang.
Pandangan Lembaga Lain & Respons Aktor Terkait
Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menilai bahwa perbuatan Gus Elham tersebut “tidak patut dilakukan oleh siapapun, apalagi pendakwah”.
Pihak Gus Elham kemudian mengeluarkan pernyataan permintaan maaf dan menyebut dirinya “khilaf”.
Di sisi hukum, aparat penegak hukum dipanggil agar melakukan tindakan proaktif dan tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat. Rais Aam PBNU dan PBNU meminta agar aparat “menjemput bola”.
Implikasi Hukum dan Etika
Seruan agar Gus Elham diproses secara hukum memiliki beberapa makna penting:
Dari segi hukum pidana, tindakan mencium anak kecil dalam konteks publik oleh seorang pendakwah dapat memunculkan dugaan pelanggaran terhadap perlindungan anak dan ketentuan terkait pelecehan/eksploitasi anak. Kasus seperti ini pun telah mendapat perhatian publik luas.
Dari segi etika dakwah, pendakwah diharapkan menjadi teladan (uswatun hasanah) dan menjaga batas-batas interaksi dengan anak-anak dan jamaah. PBNU menyatakan bahwa perilaku yang dilakukan bertentangan dengan prinsip akhlak dalam dakwah.
Dari segi perlindungan anak, kejadian ini menimbulkan keprihatinan karena anak-anak yang terlibat sebagai objek tindakan tersebut memiliki hak atas perlindungan dan kehormatan yang harus dijaga.
Kenapa Ini Menjadi Sorotan Publik
Video viral: rekaman tersebut tersebar luas dan menuai reaksi kuat dari warganet, organisasi keagamaan, dan media.
Identitas pelaku: Gus Elham adalah pendakwah yang dikenal, sehingga kasus ini melibatkan figur publik dan berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap tokoh agama.
Sensitivitas proteksi anak: Tindakan yang berkaitan dengan anak-anak selalu mendapat perhatian ekstra dalam masyarakat, dan dianggap sangat sensitif secara moral dan hukum.
Tuntutan penegakan hukum yang tegas: Seruan agar aparat segera menindak menggambarkan ekspektasi publik terhadap keadilan dan konsekuensi bagi pelanggaran etika/ hukum yang melibatkan tokoh agama.
Tantangan & Hal yang Perlu Diperhatikan
Meski ada tuntutan agar diproses hukum, perlu pengecekan terhadap unsur legalitas: apakah tindakan tersebut memenuhi unsur pidana spesifik (seperti pelecehan seksual anak, eksploitasi anak, atau pelanggaran lainnya) dan bagaimana bukti serta pengaduannya.
Penanganan yang tepat tidak hanya dari aspek hukum, tetapi juga dari sisi rehabilitasi, edukasi bagi anak-anak, serta mekanisme identifikasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Upaya memperkuat etika dakwah dan kredibilitas tokoh agama menjadi penting agar kepercayaan masyarakat tidak terkikis.
Peran lembaga keagamaan seperti PBNU, MUI, pondok pesantren, dan komunitas sangat krusial dalam pemantauan dan pembinaan.
Kesimpulan
PBNU mengecam tindakan tersebut, menegaskan bahwa perilaku itu tidak bisa ditoleransi, dan menyerukan agar aparat penegak hukum segera mengambil langkah.
